Sabtu, 10 Desember 2011

ABOUT PARE

A. Latar Belakang

Pare memiliki nama yang beragam disetiap daerah, diantaranya Prien (Gayo), Paria (Bima, Bugis, Makasar, Batak Toba, Sunda), Foria (Nias), Peria (Melayu), Kambeh (Minangkabau), Papare (Jakarta), Pare (Jawa Tengah), Pepareh (Madura), Paya Truwok (Sasak), Pania (Timor), Popari (Menado), Beleng gede (Gorontalo), Papariane (Seram), Papari (Buru), Papare (Halmahera), Kepare (Ternate), dan banyak nama lain di masing-masing daerah.

Pare (Momordica charantia L) merupakan salah buah yang biasa diolah menjadi berbagai macam sayur. Pare sudah tidak asing lagi bagi kita, karena banyak dijumpai di seluruh daerah di Indonesia. Pare mudah ditemui mulai dari pasar tradisional hingga di supermarket. Namun buah yang berbentuk hijau ini mempunyai rasa yang sangat pahit, sehingga tidak banyak masyarakat yang menyukainya.

Tidak banyak orang yang mengetahui, bahwa rasa pahit pada pare ini ternyata menyimpan banyak manfaat bagi tubuh. Pare, rasa pahitnya, dan manfaat yang dibawanya sudah diakui di dunia kedokteran, dan kini tengah diteliti oleh para ahli di negara maju.

Khasiat pare pertama kali diketahui oleh bangsa Cina. Pare sering digunakan sebagai obat penurun panas, obat diare, dan juga digunakan untuk menangkal keracunan makanan. Bahkan pada sebuah penelitian laboratorium Saint Louis University, AS membuktikan, ekstrak sayuran pare dapat membantu melindungi wanita dari kanker payudara. Penelitian lain juga dilakukan di Jepang dan dimuat dalam majalah Kenko edisi September 2003, menggunakan tikus sebagai binatang percobaan. buah pare yang pahit bisa merangsang nafsu makan, dapat menyembuhkan penyakit kuning, memperlancar pencernaan dan mengobati malaria.

Pemanfaatan pare dalam dunia pangan juga dirasakan masih kurang. Pare memiliki banyak kandungan zat gizi dalam tubuhnya, beberapa diantaranya adalah kalsium, zat besi dan vitamin C. Namun meskipun memiliki banyak manfaat, rasa pahitnya membuat masyarakat jadi enggan untuk menggunakan buah pare sebagai salah satu alternatif bahan makanan.

Tidak banyak pemberitahuan mengenai pare terdengar di masyarakat. Sekilas pare biasanya hanya didasarkan pada mitos-mitos setempat maupun gunjingan-gunjingan yang menyebar dari mulut ke mulut. Kebenaran dari mitos dan gunjingan tersebut juga tidak tersampaikan secara utuh, sehingga banyak masyarakat yang mempercayainya hanya sebatas pengetahuan kecil, dan tidak terlalu memanfaatkannya.

Sedikitnya pengetahuan masyarakat tentang karakteristik, kandungan dan manfaat pare bagi tubuh sedikit banyak juga dipengaruhi oleh sedikitnya media yang memuat tentang pare. Publikasi tentang pare belum ada yang dilakukan secara maksimal. Pemilihan bahan makanan pare sebagai objek dalam pembuatan makalah ini merupakan salah satu upaya untuk menyebarluaskan sifat-sifat pare baik secara biologis, fisika, maupun kimia sehingga dapat menjawab mitos dan gunjingan yang sempat terdengar serta mampu menjadi pendorong bagi masyarakat untuk lebih memanfaatkan pare dalam kehidupan sehari-hari.

B. Isi

a. Pengenalan Tanaman Pare (Momordica charantia L.)

Tanaman Pare berasal dari kawasan Asia, namum tidak termasuk tumbuhan asli Indonesia. Meskipun pahit, pare dikenal memiliki punya banyak manfaat untuk kesehatan.

Pare adalah tumbuhan liar yang sudah dibudidayakan. Biasanya ditanam di ladang, pekarangan dan tempat lain yang berhawa panas. Tanaman ini merambat dengan sulur berbentuk spiral. Daunnya berbulu, berlekuk-lekuk, dan bertangkai sepanjang kira-kira 10 cm. Bunganya berwarna kuning muda, Batangnya berbulu agak kasar. Buah pare berbentuk bulat panjang berwarna hijau muda dan rasanya pahit. Ada beberapa jenis pare, antara lain : peria-kotok / kodok, peria-ayam dan peria-hutan.

Morfologi Tanaman

Peria, paria, pare atau papari (Momordica charantia, suku labu-labuan atau Cucurbitaceae) adalah sejenis tanaman menjalar dengan buahnya panjang bergerigi dan runcing ujungnya. Buahnya yang berasa pahit biasa diolah sebagai sayur (misalnya pada gado-gado, pecel), rendang, atau gulai).

Kebanyakan berupa terna anual, jarang memanjat dengan menggunakan sulur-sulur/alat-alat pembelit. Daun tunggal berlekuk, berumah satu. Buah buni memanjang bentuk spull cylindris. Biji coklat kekuningan pucat, memanjang tanpa endosperm, terdapat di dataran rendah, pagar, tepi jalan, dan kadang-kadang membentuk selimut pencekik di atas tumbuhan-tumbuhan lain (Tjitrosoepomo, 1999).

Buah pare mengandung Albiminoid, karbohidrat, zat warna. karantin, hydroxytryptamine, vitamin A, B dan C. Per 100 gr bagian buah yang dapat dimakan mengandung 29 kal kalori; 1,1 gr protein; 0,3 gr lemak; 6,6 gr karbohidrat; 45 mg kalsium; 64 mg fosfor; 1,4 mg besi; 180 s.l. nilai vit A; 0,08 mg vit B1; 52 mg vit C dan 91,2 gr air. Selain itu juga mengandung senyawa-senyawa seperti : saponin, alkanoid, triterpenoid, dan asam momordial (Gunawan, 2009).

Sistematika tanaman pare (Momordica charantia L.) sebagai berikut:

Divisio : Spermatophyta

Sub division : Angiospermae

Class : Dicotyledoneae

Ordo : Cucurbitales

Famili : Cucurbitaceae

Genus : Momordica

Species : Momordica charantia L

Tanaman pare memiliki nama yang berlainan di setiap daerah di Indonesia

seperti: Sumatera (Prieu, Peria, Papare, Pariu), Jawa (Peria, Pare), Madura (Papareh, Pareya), Nusa Tenggara (Paye, Paria, Kuwok, Pania), Sulawesi (Boleng gede pane), Ternate (Papare), Maluku (Periana, Periene, pepore) (Anonim, 1995).

b. Jenis pare

o Pare Gajih

Pare ini paling banyak dibudidayakan dan paling disukai. Pare ini biasa disebut pare putih atau pare mentega. Bentuk buahnya panjang dengan ukuran 30 - 50 cm dia-meter 3 - 7 cm, berat rata-rata antara 200-500 gram/ buah. Pare ini berasal dari India,Africa

o Pare Hijau

Pare hijau berbentuk lonjong, kecil dan berwarna hijau dengan bintil-bintil agak halus. Pare ini banyak sekali macamnya, diantaranya pare ayam, pare kodok, pare alasatau pare ginggae. Dari berbagai jenis tersebut paling banyak ditanam adalah pare ayam.Buah pare ayam mempunyai panjang 15 - 20 cm. Sedangkan pare ginggae buahnya kecil hanya sekitar 5 cm. Rasanya pahit dan daging buahnya tipis. Pare hijau ini mudah sekali pemeliharaannya, tanpa lanjaran atau para-para tanaman pare hijau ini dapat tumbuh dengan baik

o Pare Import

Jenis pare ini berasal dari Taiwan. Benih Pare ini merupakan hybrida yang final stock sehingga jika ditanam tidak dapat menghasilkan bibit baru. Jika dipaksakan juga akan menghasilkan produksi yang jelek dan menyimpang dari asalnya. Di Indonesia terdapat tiga varietas yang telah beredar yaitu Known-you green, Known-you no. 2, dan Moonshine. Perbedaan ketiga jenis pare import ini adalah mengenai permukaan kulit, kecepatan tumbuh, kekuatan penampilan, bentuk buah, ukuran buah.

o Pare Belut

Jenis Pare ini memang kurang populer. Bentuknya memanjang seperti belut panjangnya antara 30 -110 cm dan berdiameter 4-8 cm. Pare belut ini tidak termasuk Momordica sp, melainkan tergolong jenis Trichosanthus anguina L. Meskipun demikian orang lebih terbiasa memasukkan pare belut ini masuk kedalam jenis pare.

1 komentar:

ScoutAddict mengatakan...

sewa tenda dome, rental tenda dome, matras, sleepingbag, peralatan outdoor, kompor lapangan

Toko ScoutAddict Kediri
Info WA. 081222165002


sewa tenda kediri, rentas tenda kediri, sewa tenda pare, rental tenda pare, sewa tenda nganjuk, rental tenda nganjuk, sewa tenda blitar, rental tenda blitar, sewa tenda tulungagung