Jumat, 09 Desember 2011

PKM M DIPA

A. JUDUL
Pelatihan Paper Quilling pada Siswa Kelas 3 SD dalam Rangka Meningkatkan Psikomotorik Anak dengan Memanfaatkan Kardus Bekas di SDN Bulukantil, Surakarta
B. LATAR BELAKANG MASALAH

Gambar 1.1 Kardus Bekas yang Tidak Termanfaatkan
Benda yang telah tidak dipakai sering membuat lingkungan kumuh, rusuh dan membuat lingkungan tidak sedap dipandang mata. Untuk itu butuh inovasi lain untuk memanfaatkan limbah atau sampah. Salah satu benda yang dimaksud adalah kardus. Penanganan kardus selama ini hanya berupa daur ulang. Selain di daur ulang kardus juga dapat dibuat menjadi suatu benda yang menarik dan cantik menjadi buku, kartu ucapan, pembatas buku maupun gantungan kunci dengan sedikit teknik yaitu dengan seni menggulung kertas atau yang sering dikenal sebagai Paper Quilling.
Pendidikan merupakan hal yang sangat penting. Dari pendidikan ini diharapkan menghasilkan generasi penerus bangsa yang dapat memajukan indonesia. Negeri ini sangat membutuhkan peran generasi bangsa. Oleh karena itu peran generasi penerus bangsa sangatlah penting. Dari proses pendidikan ini diharapkan dapat menghasilkan SDM yang kreatif, solutif dan inovatif dalam menghadapi permaslahan. Kualitas SDM juga dipengaruhi kebiasaan dan lingkungan. Agar mengasilkan SDM yang kreatif, solutif dan inovatif perlu dilatih sejak dini. Salah satu cara yang bisa melatih dan meningkatkan daya kreatif, solutif dan inovatif siswa dengan mengadakan pelatihan Paper Quilling pada siswa SD kelas 3. Selain melatih dan menumbuhkan jiwa kreatif, solutif dan inovatif siswa juga melatih kepekaan siswa untuk menyelesaikan permasalahan yang ada disekitarnya yaitu permasalahan kardus bekas yang belum termanfaatkan secara optimal.

Gambar 1.2 Pola Paper Quilling
Paper Quilling memilki teknik dasar yang mudah yaitu dengan menggulung kertas dengan berbagai diameter. Oleh karena teknik dasarnya mudah diharapkan ini dapat dilakukan oleh semua kalangan umur. Peralatan yang digunakan pun sederhana penggaris diameter Paper Quilling, jarum untuk menggulung, lem kertas. Dari pelatihan ini dapat menunjukkan kreatifitas mereka sesuai imajinasi mereka. Sehingga psikomotorik siswa dapat meningkat. Siswa dapat belajar sambil bermain. Dari pelatihan ini siswa bukan hanya bermain tetapi juga belajar untuk meningkatkan kualitas siswa dalam belajar.
C. PERUMUSAN MASALAH
Permasalahan yang akan dikaji antara lain:
1. Bagaimana cara pemanfaatan kardus bekas menjadi hiasan yang cantik dengan teknik Paper Quilling yang akan dilakukan oleh siswa kelas 3 SD?
2. Bagaimana meningkatkan psikomotorik (kreativitas) siswa kelas 3 SD dengan teknik Paper Quilling?
D. TUJUAN PROGRAM
Pelatihan teknik Paper Quilling ini bertujuan antara lain untuk :
1. Memanfaatkan kardus bekas menjadi hiasan cantik dengan teknik Paper Quilling yang akan dilakukan oleh siswa kelas 3 SD
2. Meningkatkan psikomotorik (kreativitas) siswa kelas 3 SD dengan teknik Paper Quilling
E. LUARAN YANG DIHARAPKAN
1. Siswa dapat memanfaatkan kardus bekas menjadi hiasan cantik dengan teknik Paper Quilling
2. Psikomotorik (kreativitas, inovasi) siswa kelas 3 SD dapat meningkat
3. Siswa dapat lebih peka untuk menangkap peluang dari permasalahan yang ada di sekitarnya
F. KEGUNAAN PROGRAM
1. Memberikan pengetahuan kepada siswa tentang Paper Quilling
2. Memberi solusi pemanfaatan kardus bekas
3. Meningkatkan psikomotorik siswa
4. Mahasiswa dapat berperan aktif dan berguna bagi lingkungan masyarakat sesuai Tri Dharma Perguruan Tinggi.
G. GAMBARAN UMUM DAERAH SASARAN
Piaget berpendapat bahwa bentuk kepintaran logis berkaitan erat dengan aktivitas tubuh yang menjadi barometer dari peristiwa kognitif yang dilakukan seseorang. Maka dari itu perlu memberikan kesempatan kepada anak untuk mengembangkan kemampuan psikomotoriknya melalui beragam aktivitas yang bisa dilakukan oleh anak-anak, salah satunya adalah dengan Paper Quilling.
Pelatihan Paper Quilling ini akan dilaksanakan di SDN BULUKANTIL SURAKARTA yang berada di bawah naungan Diknas Kota Surakarta. Sekolah dasar ini terletak di Jalan Kartika 32, Jebres, Surakarta. Sasaran program kreativitas Mahasiswa ini adalah siswa kelas 3 SD. Pemberian pelatihan Paper Quilling ini untuk pertama kali akan diberikan pada anak-anak kelas 3 di SD tersebut.
SD yang terletak di kawasan pertokoan dan kos mahasiswa dirasa tepat karena dapat memanfaatkan sampah kardus bekas yang banyak terdapat di kawasan tersebut. Selain itu hasil kreatifitas anak-anak SD ini dapat dipasarkan/ dijual di toko-toko sekitar sekolah maupun di lingkungan mahasiswa yang terletak tidak terlalu jauh dari sekolah. Sehingga anak-anak tersebut selain kemampuan psikomor mereka berkembang, mereka juga dapat mendapat keuntungan dari kegiatan ini.
Di kelas 3 SDN BULUKANTIL SURAKARTA terdapat kurang lebih 44 siswa yang terdiri dari 19 siswa laki-laki dan 25 siswa perempuan yang terdiri dari Adilla Fatikhatul Khasanah, Ahmad Fahrezi, Akhsan Hidayah Chomaini, Alifia Sausan Shafira, , Angger Bayu Dewa, Anggun Kusuma Budi M, Arnes Putri Ervita, Azizah Salsabila Sabekti, Brigita Salli Sulirtyowati, Citra Dwi Ayudhiya, Dendi Rafif Attala, Deny Lumingkewas, Dicky Kurniawan, Eva Devi Damayanti, Fadila Khoirunisa, Fathia Firdhausya Zahrani, Firman Gilang Ramadhan, Hanan Aroqyan, Ilham Akdiyasa Seno Aji, Irfan Miftakhul Firdaus, Ismail Singgih Pambudi, Kanaya Nur Wijaya, Kristiana Indah Putri P, Mardianti Olivia MP, Muhamad Rizky Fajar R, Nanda Karunia Isa, Natalia Kristina Dewayanti, Okta Berliana Siwi KN, Otniel Ranu Wibisono , Qurrahita Kalica F. Rahma Puspita Wulan, Rima Trihapsanti, Ronald Bagus Adith F, Rossi Fitrianingrum, Ruben Edo Bastyan, Sabila Eksanti A, Sandra Dwi Fantika, Sendi Prasety, Sony Wicaksono, Sufia Ummy Ramadhani, Virna Yualitasya Putri I, Wahyu Pramana, Wulan Setianingrum, Yusuf Fahrrel Hanafi
Kardus bekas yang dimaksud dapat dari kardus mi instan yang agak, kardus susu maupun kardus makanan. Pemanfaatan kardus bekas perlu dilakukan karena selama ini kardus bekas jika hanya dibiarkan saja teronggok maka dapat mengurangi estetika. Tetapiu kardus bekas pun dapat menjadi sesuatu yang dapat menambah keindahan yaitu menjadi hiasan dinding, kartu ucapan maupun pernak-pernik cantik lainnya.
Materi Paper Quilling yang diberikan diambil dari kardus-kardus bekas yang banyak terdapat di sekitar SD tersebut. Pemilihan subjek penelitian dilakukan dengan pencarian dan rujukan tentang pemberian pelatihan Paper Quilling. Pelatihan ini dapat melatih kemampuan psikomotorik anak dan merangsang tumbuhnya motivasi, kreativitas serta ketekunan anak sehingga cocok untuk diterapkan pada pendidikan dasar (SD). Dengan merujuk pada hal tersebut maka kami mencari alternatif untuk memberikan pelatihan pada anak-anak SD.
Melihat kenyataan di lapangan, yang berhasil dihimpun oleh tim melalui proses interview dan observasi dilapangan, dengan tingkat keaktifan anak-anak kelas 3 SD yang cukup tinggi maka diharapkan dengan adanya pelatihan Paper Quilling bagi anak- anak tersebut dapat menyalurkan energi berlebih mereka ke arah yang positif dan produktif. Oleh karenanya pelatihan ini diharapkan dapat bermanfaat baik sekarang ataupun masa yang akan datang.
Dari SD tersebut juga terdapat kurikulum kerajinan tangan yang terangkum dalam pelajaran SBK materi yang telah disampaikan yaitu melukis hewan, music, menciptakan lagu, kerajinan tangan masih bertemakan angin, dan membuat pola batik. Dari mata pelajaran SBK ini sangat diharapkan siswa dapat terasah daya kreativitasnya. Daya kreativitas anak akan jauh lebih terasah jika bukan hanya di sekolah saja dia membuat kerajinan tangan tetapi juga saat bermain di rumah. Paper Quilling sangatlah sesuai dengan hal tsb bahan yang diperlukan mudah dan cara pembuatannya pun mudah.
Pelatihan ini diharapkan dapat mendukung kurikulum yang ada adik-adik kelas 3 dapat terlatih lagi psikomotoriknya dan kekreativitasannya. Paper Quilling ini menjadi materi tambahan bagi anak kelas 3 SD dalam berkarya serta jiwa creative dalam memanfaatkan apa saja yang ada di lingkungan sekitar pun tinggi. Jadi dari pelatihan ini sangat diharapkan mendukung kurikulumagar meningkatkan kreativitas dan psikomotorik siswa dan melatih daya inisiatif siswa untuk menerapkan apa yang telah didapatkan dari sekolah dan memanfaatkan apa yang ada di lingkungan.

Tidak ada komentar: